jump to navigation

Menghilangkan Trauma Persepsi (bagian 7) March 20, 2012

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Da'wah, Motivasi, Pemikiran.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

3. Ketiga, daur tahridhi (peran kader kepemimpinan dalam memberi semangat).

Kader kepempimpinan harus selalu memberi semangat, memberi motivasi, memberi stimulus kepada jajaran kader; bahkan ke tengah – tengah masyarakat. Bahkan tentang pembangkitan motivasi ini ada materinya sendiri. Mulai dari musyarakah ‘indal qarar, tasyji’ ‘indal ijtihad, da’im inda attanfidz, i’tiraf ‘indal injaz, dan al-inshaf ‘indal khatha. Itu langkah – langkah manajerial. (more…)

Advertisements

Peran Muslimah Mengisi Era Siyasah (bagian 4 – terakhir) April 9, 2010

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Da'wah, Muslimah, Politik.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Oleh H. Aminuddin

4. Peran Legislasi (Daurut Ta’nis)

Potensi muslimah kini telah menyebar, baik di lembaga – lembaga yang bersifat departemental artinya bagian struktural secara langsung dari partai atau ekstra departemental seperti yayasan, lembaga, LSM kewanitaan maupun di organisasi profesi. Sebagai bagian dari anggota masyarakat dan warga negara yang baik harus berperan dalam memberikan kontribusi kepada pusat – pusat kekuasaan. Aktivitas tersebut harus mampu melahirkan keputusan – keputusan yang membangun melalui usulan – usulan, tulisan – tulisan dan partisipasi lainnya. Lembaga – lembaga negara ini sebenarnya telah membuat dan menyusun program – program yang perlu mendapat masukan dan pengkritisan dari anggota masyarakat. Oleh karenanya sering digelar forum – forum dengar pendapat seperti yang diadakan oleh Menteri Peranan Perempuan yang mengadakan dengar pendapat dengan organisasi kewanitaan ataupun departemen lain untuk meminta masukan tentang RUU ANTI Pornografi. Demikian pula DPR melakukan dengar pendapat dengan tokoh – tokoh wanita tentang kuota suara untuk wanita. Melalui proses itu muslimah harus mampu untuk mempengaruhi keputusan – keputusan, produk – produk lembaga legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Da’wah harus memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi terhadap lembaga penyelenggara negara agar dapat memainkan peran legislasi sesuai dengan bidangnya mengusulkan atau menolak perundangan dalam rangka memperjuangkan kepentingan Islam wal muslimin.

(more…)

Peran Muslimah Mengisi Era Siyasah (bagian 3) April 9, 2010

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Da'wah, Muslimah, Politik.
Tags: , , , , , , , , , ,
add a comment

Oleh H. Aminuddin

2. Peran Edukasi (Daurut Tarbawi)

Dalam pergaulan yang terbuka, baik pergaulan politik, ekonomi, sosial, budaya kita tetap mempunyai peran edukasi (tarbiyah). Teknik tarbiyah tidak dibicarakan disini namun yang dimaksudkan dalam hal ini adalah: melalui pergaulan, antara aliran politik, ideologi, budaya dan dengan semua lapisan masyarakat Indonesia terjadi proses interaktif yang diharapkan dapat terjadi pen-sibghoh-an nilai – nilai Islam dengan mitra pergaulan kita. Dalam pergaulan tersebut kita menularkan nilai – nilai Kitabullah dan Sunnah yang kita yakini kebenarannya sehingga terjadi pewarnaan etika pergaulan dengan nilai – nilai Islam. Dari cara pergaulan, adab bermuamalah, adab ikhtilaf, etika berkoalisi apalagi etika syuro yang kesemuanya harus mampu mencerminkan implementasi ke-syumuliyah-an Islam.

Dengan menyebarnya muslimah ke segala lapisan masyarakat, baik di lingkungan budaya, ilmuwan, intelektual, politisi, minimal harus bisa menularkan nilai – nilai Islam. Ada slogan yang mengatakan Muatsirina laa mutaatsirin –kita mempengaruhi dan tidak terpengaruh– jadi harus bergaul bukan bukan menjauhi orang karena takut terpengaruh. Dari sini kita kembali pertanyakan kepada diri kita sejauh mana kesabaran kita bergaul sehari – hari dengan masyarakat luas.

(more…)

Peran Muslimah Mengisi Era Siyasah (bagian 2) April 5, 2010

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Da'wah, Muslimah.
Tags: , , , , ,
add a comment

Oleh H. Aminuddin

Untuk itu pada era baru ini da’wah Islam menuntut para aktivis da’wah khususnya kalangan muslimah untuk memainkan peran sebagai berikut:
1. Peran Fundamentasi (Daurut Ta’sis)
2. Peran Edukasi (Daurut Tarbawi)
3. Peran Estetika (Daurut Tahsin)
4. Peran Legislasi (Daurut Ta’nis)
5. Peran Reposisi

Berikut adalah penjabarannya:

1. Peran Fundamentasi (Daurut Ta’sis)

Pada masa order baru telah dilakukan upaya pencabutan segala asas kecuali asas tunggal. Padahal asas tunggal sendiri tidak siap menjadi asas. Fenomena ini memunculkan manusia – manusia, organisasi – organisasi tanpa asas. Di era kebebasan ini perlu upaya fondamentasi karena siapapun, organisasi apapun, partai apapun memerlukan fondasi, fondamen bagi ideologi, keyakinan serta agenda – agenda kerjanya. Perlu ada kejelasan fondamen masing – masing pihak: apa yang ditampilkan, diperlihatkan dan ditawarkan.

Fondamen/landasan ini juga akan sangat menentukan karena akan menjamin kejelasan Al Inthilaq Wal Mauqif –pangkal bertolak dan bersikap– sehingga memudahkan dalam membangun kerjasama dengan berbagai kalangan. Karena seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an kalimatun sawaaun bainaa wa bainakum –kalimat yang sama antara kami dan kamu– dimaksudkan bahwa kita bisa saja mengembangkan kerjasama dengan siapapun.

(more…)