jump to navigation

Islam dan Model Manusianya April 19, 2012

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Pemikiran.
Tags: , , , , , , ,
trackback
    • Model Manusia adalah suatu bangunan kepribadian yang utuh. Bangunan ini memuat visi, misi, jalan hidup, dan nilai – nilai yang seharusnya membentuk paradigma, mentalitas, dan karakter seseorang yang meyakini kebenarannya.

 

    • Islam berarti ketundukan dan penyerahan diri yang total kepada Allah swt untuk diatur sesuai dengan kehendak-Nya. Allah swt menetapkan asal usul manusia, visi dan misi, dan jalan hidup serta nilai – nilai yang membentuk keyakinan dan perilaku serta pola hubungan sosialnya.

 

    • Seorang Muslim tidak bertanya tentang apa yang ia inginkan bagi dirinya atau hidupnya. Namun, seorang Muslim akan bertanya tentang apa yang Allah swt inginkan bagi dirinya. Seorang Muslim tidak bertanya, “Saya ingin menjadi apa?” namun, seorang Muslim bertanya, “Allah menginginkan saya menjadi apa?”

 

    • Keseluruhan kehendak Allah swt tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menjadi, itulah yang kemudian kita sebut sebagai Model Manusia Muslim. Model manusia ini, dengan demikian, selalu bersifat ideal.

 

    • Akan tetapi, model kepribadian ini tidaklah menafikan fakta bahwa setiap manusia mempunyai keunikan – keunikan individual yang membedakannya dengan manusia yang lain. Fakta itu merupakan fitrah manusia. Model Manusia Muslim berbicara tentang bagaimana seharusnya seorang menjadi, tetapi keunikan individunya berbicara tentang manusia Muslim sebagaimana ia adanya. Model Manusia Muslim berbicara tentang idealitas, sementara keunikan individual manusia Muslim berbicara tentang realitas kepribadiannya.

 

    • Apa yang harus dilakukan oleh seorang Muslim adalah mempertemukan antara kehendak Allah dengan kehendak dirinya, antara  idealitas Model Manusia Muslim dengan realitas keunikan individunya. Itulah yang kemudian kita sebut Konsep Diri. Kehendak – kehendak Allah swt tertuang dalam sebuah desain model yang bersifat ideal, sementara realitas kepribadian kita adalah wadah untuk menyerap kehendak – kehendak Allah tersebut.

 

  • Hasilnya adalah seorang Muslim yang bernama Ahmad, atau Faisal, atau Bambang, atau Fatimah, atau yang lainnya. Di antara Ahmad, Faisal, Bambang atau Fatimah terdapat kesamaan umum dalam asal usul, visi dan misi, jalan hidup, dan nilai – nilai. Akan tetapi, mereka juga memiliki perbedaan dalam bahasa dan etnis, lingkungan dan budaya, postur tubuh dan warna kulit, baka dan minat, kemampuan dan keterampilan, serta intelejensi dan kecakapan. Jadi, ada wilayah kesamaan dan ada wilayah perbedaan. Wilayah kesamaan itu adalah wilayah keislaman kita, dan wilayah perbedaan itu adalah wilayah keunikan individual kita.

 

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: