jump to navigation

Menghilangkan Trauma Persepsi (bagian 4) March 14, 2012

Posted by DPRa PKS Pamulang Barat in Da'wah, Pemikiran, Politik, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

5. Kelima, Al-‘Uqdah Salbiyah, trauma persepsi yang berpikiran selalu negatif

Tidak mempunyai pandangan ijabiyatu ru’yah, pandangan positif baik ke dalam  maupun keluar. Orang ini datang mau apa ya? Jangan – jangan mau mengawasi kita. Bisa –  bisa mau ini – mau itu. Yang lebih mengerikan kalau ke dalam. Ada yang melihat ikhwan dan akhwat salah sedikit lalu berkata, wah, jama’ah dakwah ini hancur, mau ambruk. Jama’ah dakwah ini sekarat.

Pikiran seperti ini, pertama-tama menunjukkan lam yaskurillah, tidak mau bersyukur kepada ni’mat Allah. Kita ini jama’ah manusia bukan jama’ah malaikat, ada kekurangan dan ada kelebihan. Yang penting proses tathahhur, proses perbaikan terus berlangsung melalui tawashaw bilhaq, tawashaw bish-shabr, tawashaw bil-marhamah.

Umar Bin Khattab mengatakan: tarkul harakah ‘uqlah. Membangun harakah itu belenggu. Kalau ada yang memiliki hambatan ekonomi, terkena musibah, kita bangkitkan lagi dengan tawashaw bil-marhamah. Tangan – tangan marhamah ikhwan dan akhwat harus menyentuh ikhwan dan akhwat lain yang terkena musibah.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah

6. Keenam, Al-‘Uqdah Al Kamaliyah, trauma persepsi yang cenderung perfectionist

Merasa kita ini kurang ini kurang itu. Jangan dulu begitu. Lebih parah lagi akibat ‘uqdah kamaliyat akhirnya menuntut kita untuk selalu sempurna. Hadzihi ‘uqdah qatilah, ini adalah trauma yang bisa membunuh kita sendiri. Sebab mereka menuntu yang sempurna dari kita yang tidak sempurna. Kita memang menjaga citra, tapi citra sebagai manusia. Citra sebagai manusia Muslim bukan sebagai citra malaikat. Malaikat sifatnya baik tapi tidak memiliki keinginan – keinginan. Saya ingat pelajaran dulu di Madrasah:

Almalaikatullati
laisa laha abun walaa ummun
La akla la syurba
Wala naumu lahum

Bahwa malaikat itu tidak punya ayah ibu, tidak perlu makan dan minum maupun tidur. Sedangkan kita punya kebutuhan – kebutuhan. Dalam memenuhi kebutuhan itu kita melakukan kesalahan – kesalahan.

Jadi kita ini mujtama’ basyari, jama’ah basyariyah. ‘Uqdah kamaliyat ke dalam, apalagi kalau terbentuk keluar, akan berbahaya. Beban akan bertambah, langkah akan terhambat. Apalagi kalau ada opini publik terhadap diri kita bahwa diri kita sempurna. Hal itu sama dengan mempersiapkan pedang untuk menyembelih kita sendiri.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah

7. Ketujuh, Al-‘Uqdah Attab’iyyah, trauma persepsi dari orang yang tidak mau kreatif. Maunya mengikuti.

Hobinya berkalau. Kalau kayak organisasi itu, kalau kayak yayasan itu, kalau kayak partai itu, kalau… kalau… Kata Rasulullah kata “law” itu merupakan pembuka pintu syaithan. Memang, kata Rasulullah, “Alhikmatu dhaallatul muslim.” Yang penting harus kita perhatikan itu hikmah kebajikannya. Tapi bagi orang yang punya ‘uqdah taba’iyyah tidak peduli apakah itu baik atau tidak, yang penting ikuti. Ini berbahaya. Kita harus takhalus (membebaskan diri) dari ‘uqdah taba’iyyah. Na’udzubillah kalau saja ada dalam diri kita salah satu dari trauma tadi, secara fikriyah, secara ma’nawiyah, ada trauma bukan saja persepsi tapi trauma moral yang menjadi beban. Akhirnya kita tidak bisa bergerak. Padahal Rasulullah saw memperingatkan kita sebagaimana dalam haditsnya, “Innamannaasu kal ibilil mi-ah. Laa takaadu tajid fiihaa raahilah.” Manusia itu bagaikan 100 unta, hampir saja dari yang 100 itu tidak didapatkan 1 ekor unta beban.

Kader ikhwan dan akhwat ini adalah pemikul risalah muhammadiyah. Kalau ia sendiri mengalami ‘uqdah taba’iyyah, maka akan jadi beban, artinya repot menggotong-gotong diri sendiri. Repot menggotong kader yang menjadi beban. Seluruh kita harus menjadi pemikul beban.

Demikian adalah 7 (tujuh) trauma persepsi yang harus dibersihkan sebagai bagian dari hal tathahhur untuk membangun kader kepemimpinan.

KEDUA: Tanmiyyatu Attaqah (Mengembangkan Kemampuan)

(bersambung)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: